OKI, Poskita.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel memperkuat kolabarasi Pencegahan karhutla dengan skema pembinaan desa tangguh bencana (Destana) berbasis klaster. Tujuannya sebagai upaya deteksi dini, serta pemadaman dini potensi karhutlah bersama perusahaan pemegang konsesi lahan.
“Pola kerja dengan sistem keroyokan jadi prioritas, dimana perusahaan diwajibkan untuk menetapkan desa binaannya, setidaknya 13 Destana (Desa Tangguh Bencana) yang dapat menjadi objek binaan,” ujar Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin pada hybrid meeting yang digelar pada Kamis (24/06) di Ruang Bende Seguguk OKI.
Tak sendiri, Pemerintah OKI tahun ini mendapat dukungan penuh dari UNEP (United Nations Environment Program) Lembaga PBB yang bertanggungjawab pada perbaikan tata kelola lingkungan secara internasional.
“Untuk mencapai target konsesi bebas dari api dan asap, harus diterapkan sistem pencegahan kebakaran hutan secara terintegrasi (Integrated Fire Management) dengan berkolaborasi bersama perusahan yang menjadi klaster leader,” ungkap Perwakilan Project Manager SIAP-Kemitraan, Fajar Tripradana.









