Launching Kampung Tangguh Covid-19 Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera
Banyuasin, Poskita.id – Bupati Banyuasin H Askolani SH MH bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, MM melaunching Kampung Tangguh Covid-19 Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera yang terletak di lahan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Jumat (5/3).
Dalam kesempatan ini, Orang nomor satu di Banyuasin bersama Kapolda Sumsel melakukan penanaman perdana tanaman sayur (GERTAS) dan Melaunching Inovasi Beragam Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat (BEGESAH) yang menjadi program Inovasi Dinas Kesehatan ditengah pandemi covid 19.
Adapun program dari Begesah ini antara lain, Gerakan Makan Telur dan Ayam Posyandu untuk mencegah Stunting (Gemar Posting), Gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis, memberi edukasi Informasi dan mengajak wanita lainnya untuk diperiksa (Gedus Berias), Sehat dan bugar dengan jamu dan akupresure (Saudagar Jamur), Gerakan seribu Jamban, Gerakan pemberian Sertifikat penyuluhan keamanan pangan (Gemas Senyuman Pangan), Rumah sehat kampung tangguh bangkit.
Dilahan seluas 2 hektar tersebut, semua inovasi tujuh program andalan dan 11 gerakan Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera dapat di saksikan oleh masyarakat. Dan bisa dikatakan Kampung Tangguh ini menjadi miniatur semua program dan 11 gerakan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dibawa Komando Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet.
Bupati H Askolani mengatakan bahwa kampung Tangguh Covid-19 ini merupakan pusat kegiatan inovasi-inovasi pembangunan bumi sedulang setudung melalui tujuh program andalan dan 11 gerakan Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera.
“Di Kampung ini, masyarakat bisa melihat berbagai program pembangunan yang telah kita laksanakan, seperti gerakan tanam sayur mayur, ternak unggas, ternak ikan, kampung buah hingga program bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni. Intinya kampung tangguh ini miniatur dari pelaksanaan program pembangunan Kabupaten Banyuasin, ” terangnya.
Kampung Tangguh Covid-19 ini terang Bupati Askolani dibangun atas dana swadaya dan gotong royong semua unsur pemerintahan,setiap instansi memiliki kewajiban tanggung jawab sendiri-sendiri untuk kelangsungan kampung Tangguh Covid-19 ini.
“Kampung tangguh ini, bisa menjadi sarana rekreasi dan edukasi bagi masyarakat, akan pentingnya semangat gotong royong, perlunya pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan kehutuhan keluarga dan edukasi lainnya, ” terangnya.







