oleh

Inflasi di Indonesia Capai 1,68 Persen

Jakarta, PosKita.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2020 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/ yoy) sebesar 1,68 persen. Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat Berita Resmi Statistik (BRS) yang disiarkan langsng melalui kanal Yotube, Senin (4/01).

Pada Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,68.

“Inflasi pada bulan Desember ini tahun 2020 sebesar 0,45%. Sementara untuk inflasi tahunan dan inflasi tahun kalender 2020 adalah sebesar 1,68%,” kata Setianto.

Menurutnya, selama tahun 2020 (Januari–Desember) telah terjadi inflasi sebesar 1,68 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,93 pada bulan Desember 2019 menjadi 105,68 pada bulan Desember 2020.

“Selama tahun 2020 sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,63 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,01 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,35 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,79 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,73 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,40 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,80 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,85 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen,” tuturnya.

Ditambahkannya, dari 90 kota IHK, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 107,85 dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 102,47. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 107,51 dan terendah terjadi di Ambon sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 105,52.

Baca Juga ini Mas:  Aceh Miliki Posko Covid-19 Paling Banyak Kedua Setelah Jateng

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,49 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; kelompok transportasi sebesar 0,46 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen. Sementara kelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan. (red)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya