“Pemantauan terhadap 425 komoditas (Paket Komoditas SBH-2022) di Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Juni 2024 tercatat 127 komoditas mengalami kenaikan harga, 213 komoditas tidak mengalami perubahan harga, sedangkan 85 komoditas mengalami penurunan harga,” ujar Wahyu.
Pj Gubernur Apreasiasi BPS Sumsel
Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi SH MSE mengapresiasi BPS Sumsel atas sinergi kerja sama dan dukungannya kepada Pemprov Sumsel dalam penyediaan data dan indikator pembangunan.
Tidak hanya itu, menurut dia BPS Sumsel juga telah banyak memberikan insight kepada Pemprov Sumsel dalam rangka penyusunan dan evaluasi program-program pembangunan di Sumsel.
“Tentunya, independsi BPS dalam menghasilkan data juga menjadi potret terbaik bagi pemerintah Provinsi Sumsel dalam mgnukur kinerha dan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program yang telah dilaksanakan,” ujar dia.
Pj Gubernur Sumsel mengatakan indikator statistik inflasi ini merupakan indikator penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini.
“Beberapa indikator yang menunjukkan hasil dan perkembangan yang postifi tentunya patut kita syukuri serta terus dipertahankan atau bahkan lebih ditingkatkan. Sementara hasul yang belum optimal harus menjadi catatan dan perhatian untuk segera dilakukan evaluasi dan perbaikan ke depan,” ujar dia.
Dirinya berharap seluruh OPD terkait dapat mengkaji dan memaknai angka-angka yang telah dirilis tersebut untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan kebijakan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD.
Berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan selama ini dan telah menunjukkan hasil positif harus terus digiatkan dan dikembangkan. “Sementara program yang belum menunjukkan dampak positif dan kemajuan harus dievaluasi dan dilaukan perbaikan,” kata dia.
Elen juga mengimbau kepada semua pihak terutama pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Provinsi Sumsel untuk terus mendukung kegiatan pengumpulan data yang dilaksanakan BPS.
“Karena tanpa data yang lengkap dan akurat program pembangunan yang kita rencanakan dan laksanan tidak akan dapat berjalan dan memberikan hasil yang efektif,” pungkas Wahyu. (FA)







