oleh

Ini Langkah Kejaksaan Membawa Buronan Adelin Lis ke Jakarta

Jakarta, Poskita.id –  Kejaksaan Agung mengklaim bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk membawa buronan Adelin Lis ke Jakarta.

Dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer, setidaknya ada 3 langkah pasca putusan Pengadilan Singapura sudah memutus perkara pelanggaran keimigrasian,  9 Juni.

Dimana, Isi putusan pengadilan, menyatakan Adelin Lis bersalah terkait kepemilikan paspor Aspal atas nama Hendro Leonardi, didenda 14 Ribu Dolar Singapura dan segera dideportasi (diusir)  ke Indonesia.

Ia mengatakan institusinya telah dan tengah mengusahakan agar sang buronan segera dipulangkan ke Indonesia, sejak 14 hingga 20 Juni 2021.

“Kita siapkan tiga skenario untuk memulangkan Adelin ke Indonesia agar dapat dieksekus terkait perkara pembalakan liar (Illegal Logging,  Red),” katanya,  di Jakarta,  Jumat (18/6).

Skenario pertama,  menjemput langsung terpidana dengan melakukan penyewaan pesawat Charter.

“Skenario kedua, pemulangann (versi Keimigrasian adalah Pengusiran,  Red) melalui pesawat komersial pesawat Garuda Indonesia,” ujar Leonard.

Ia menambahkan untuk skenario ketiga, pihaknya meminta KBRI di Singapura tidak menyerahkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP,  untuk sekali perjalanan, Red) kepada Adelin Lis.

“Atau kepada Otoritas Imigrasi Singapura,  sebelum dapat kepastian tentang penjemputan dan jaminan keamanan,  yang memenuhi kelayakan pemulangan,” tambah dia.

Leonard mengatakan skenario yang telah disiapkan dalam rangka mencegah Adelin pulang dengan upanya sendiri.

Sepertii diketahui,  Kendrik Ali, anak dari Adelin Lis, meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk diberikan SPLP, agar bisa kembali ke Medan. Melalui Kantor Pengacara “Parameshwara & Partners”, juga akan mengantar Adelin ke Kejari Medan agar dapat menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan.

Bahkan,  terungkap Kendrik Ali telah memesan tiket untuk ayahnya  pulang ke Medan, 18 Juni 2021.

Baca Juga ini Mas:  Pekerja Pabrik WFO 100 Persen, PPKM Dinilai Tak Efektif

Leonard menambahkan skenario tersebut  juga menghindari Adelin melarikan diri kembali,  mengingat terpidana dua kali melarikan diri,  2006 di Beijing,  China dan 2007.

Upaya-upaya dimaksudkan,  setelah keinginan untuk menjemput langsung terpidana ditolak Otoritas Imigrasi Singapura, meski Jaksa Agung Singapura sangat memahami niat baik Jaksa Agung RI.

Jaksa Agung Singapura beralasan wewenang untuk repatriasi ada di ICA (Imigrasi Singapura) dan Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Tidak sampai disitu,  KBRI di Singapura juga secara resmi  telah menyampaikan keinginan penegak hukum Indonesia bagi dizinkan  menjemput langsung.

Tapi, Kementerian Luar Negeri Singapura,  16 Juni tidak memberikan izin untuk penjemputan langsung. Sesuai  aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya akan dideportasi dengan menggunakan pesawat komersial.

Kapuspenkum menjelaskan alasan pemulangan Adelin segera ke Indonesia telah disampaikan Jaksa Agung melalui surat kepada Dubes Singapura di Jakarta,  Rabu (16/6).

“Pada pokoknya,  berisi Adelin adalah buronan Kejaksaan beresiko tinggi,  sebab sudah 14 tahun menghindar dari eksekusi pidana penjara, pembayaran denda dan uang pengganti. ”

Sesuai Putusan Mahkamah Agung, 2008 terpidana dihukum 10.tahun penjara,  denda sebesar Rp1 miliar dan membayar uang pengganti Rp199,8 miliar dan 2,9 juta dolar AS. (RSM)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya