oleh

Jamwas Kejagung: Langgar Kode Etik, Sanksi Berat Menanti

Jakarta, PosKita.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada internal mereka yang melanggar kode etik dan pedoman perilaku kejaksaan

Bahkan, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Amir Yanto mengisyaratkan bakal memberi sanksi lebih berat dari pegawai lain,  kepada Jajaran Pengawasan.

“Kenapa lebih berat sanksinya? agar jajaran pengawasan tidak mencoba-coba menyalahgunakan kewenangannya,” katanya, Minggu (10/1) .

Menurut Mantan Kapuspenkum ini, kebijakan tersebut  sejalan dengan arahan Jaksa Agung dalam pengarahan kepada Jajaran Adhayaksa  songsong 2021.

Sekaligus, tindak lanjut rekomendasi rapat kerja (raker) kejaksaan 14 -16 Desember 2020 lalu. Disebutkan bahwa penegakan disiplin internal merupakan upaya mewujudkan kejaksaan yang bersih dan berwibawa.

“Pemberian sanksi lebih berat kepada jajaran pengawasan yang melanggar kode etik semata agar mereka tidak coba-coba melanggar kode etik jaksa,” ujarnya.

Menurutnya, itu dilakukan untuk mewujudkan kejaksaan yang bersih dan berwibawa.

Pada pengarahan Jajaran Adhyaksa secara virtual,  Rabu (6/1) Jaksa Agung mengapresiasi capaian kinerja pengawasan.

Apresiasi diberikan, karena menurunnya jumlah jaksa nakal dibanding tahun sebelumnya. Selama 2020 jumlah pegawai kejaksaan yang ditindak hanya 130 orang.

Serta, sekaligus memuji keberhasilan memberlakukan Whistleblowing System  (WBS) dan menyelesaikan sebanyak 317 laporan dari total 524  laporan pengaduan.

“Saya berharap dengan capaian tersebut, kita tidak lantas berpuas diri, namun senantiasa tetap meningkatkan performa kinerja, agar kedepannya jauh lebih baik dan optimal,” pinta Jaksa Agung ST Burhanuddin. (RSM)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya