“Berbagai upaya telah dilakukan dalam pengendalian inflasi di tahun 2023 diantaranya penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah, pelaksanaan pasar murah, pembuatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di 8 kecamatan, menerbitkan Perda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, gerakan percepatan tanam Cabai, dan koordinasi intensif TPID Kota Lubuklinggau,” jelas Trisko.
HLM TPID dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang menyampaikan bahwa pengendalian inflasi merupakan tugas seluruh pihak, sehingga seluruh anggota TPID Kota Lubuklinggau harus bersinergi untuk melakukan upaya pengendalian inflasi.
Heru juga menyebutkan beberapa komoditas yang perlu diwaspadai kenaikannya di bulan Desember. “Berdasarkan survei harga yang dilakukan oleh Bank Indonesia, terdapat beberapa komoditas pangan yang harus diwaspadai kenaikannya yakni cabai merah, cabai rawit, gula pasir, dan bawang merah,” kata dia.
Pada sesi selanjutnya, dilakukan diskusi yang dipimpin oleh Asisten Bidang ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Lubuklinggau. Dari hasil diskusi tersebut Bank Indonesia bersama dengan TPID Kota Lubuklinggau akan terus berkomitmen melakukan pengendalian inflasi melalui optimalisasi penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT), melakukan edukasi bijak belanja kepada masyarakat pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan pimpinan daerah, melanjutkan Operasi Pasar Murah dan Subsidi Ongkos Angkut, hingga melakukan gerakan menanam yang lebih masif melibatkan unsur Forkompimda. (FA/ril)







