Banyuasin, Poskita.id – Direktur Jenderal TP Kementerian Pertanian Mohammad Takdir Mulyadi menghadiri serta meresmikan kegiatan gerakan bersama pengendalian hama tikus se-Sumatra Selatan di Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Kamis (03/06)
Turut hadir didalam acara tersebut selain dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diwakili oleh Dirjen TP juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Holtikuktura Provinsi Sumsel H.R Bambang Pramono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Zainuddin, Kepala Desa (Kades) Gelebak Dalam kabupaten Banyuasin Hasan Sani, dan undangan lainnya.
“Hari ini kita melakukan upaya untuk pencegahan UPT khususnya tikus di 16 kabupaten/kota diprovinsi Sumsel, upaya pencegahan ini bagus sebelum outbreaknya itu muncul, jadi kalau sudah outbreak maka repot kita. Tikus menyerang sangat signifikan menurunkan potensi produksi pangan kita,” kata Dirjen TP RI Mohammad Takdir Mulyadi.
Pihanya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kepala Dinas beserta jajarannya yang telah menggerakkan secara massal upaya pengendalian ini. “Dan kita harapkan upaya pengamanan produksi melalui perlindungan tanaman baik itu upaya preventif maupun responsif kita upayakan dan kedepan kita akan mencoba menggagas pendekatan yang lebih ramah lingkungan untuk pengendalian UPT,” tambah dia.
Masih menurutnya, ramah lingkungan pengertiannya adalah upaya kita menggunakan agen hayati, maupun pestisida nabati pada masa-masa prime etif 27 HST, dilakukan gerakan-gerakan massal juga agar supaya potensi-potensi serangan endemis yang diperkirakan akan terjadi maka tidak akan terjadi, jadi kita tidak perlu lagi kalau sudah aman dimasa prime etif tidak perlu lagi menggunakan pestisida yang identik responsif, itu yang diupayakan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian kabupaten Banyuasin Zainuddin mengatakan gerakan pengendalian hama tikus dilakukan karena, pada bulan Mei hingga Juli tikus mulai berkembang biak. Ini dilakukan untuk minimal mengurangi kegagalan panen, mengurangi gagal produksi itu minimal,







