Palembang, Poskita.id – Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengolahan pupuk organik Sekam Arang di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel). Hal itu disampaikan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman saat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Selatan, Jumat (24/2/2023) lalu.
Ia mengatakan dukungan pada pengolahan pupuk organik merupakan salah satu dari 7 program GNPIP bersinergi dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi Gubernur SumselĀ H Herman Deru.
“Komitmen ini yakni dengan memberikan 100-unit Alat Pengolah Pupuk Organik Sekam Arang kepada Asosiasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumsel,” kata Aida.
Menurut dia, dukungan ini wujud Bank Indonesia memberikan perhatian terhadap inovasi penggunaan pupuk organik khususnya di Sumatera Selatan, sekaligus meningkatkan produksi pangan dan menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan di Sumsel.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan, Erwin Soeriadimadja mengatakan bahwa pengembangan pupuk organik menjadi perhatian yang besar bagi Bank Indonesia.
“Pertama, harga pupuk yang tinggi menjadi salah satu kendala utama bagi petani karena mempengaruhi produktivitas dan meningkatkan harga komoditas pangan. Kedua, pupuk organik akan mendukung produksi pangan yang berkelanjutan,” kata Erwin.







