Palembang, Poskita.id — Korban penipuan investasi bodong PT Futura E Commerce (FEC) Shopping INDN terus bertambah sampai hari ini tercatat sudah ada 40 orang dengan kerugian mencapai Rp 1,6 miliar.
“Per tanggal 13 kemarin tercatat sudah ada 40 orang yang melapor ke kami menjadi korban penipuan investasi online FEC total kerugian 1,6 miliar,”kata Kasubdit I Tipid Indagsi AKBP Bagus Suryo Wibowo kepada wartawan Kamis (14/9/2023).
Untuk mendata para korban kata Bagus, pihaknya sudah membuka Posko khusus para korban FEC diruang Devi Cita gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel. Saat ini sedang berlangsung pendataan dan pemeriksaan korban korban lain yang hari ini masih berdatangan untuk diterima laporannya.
“Kami sifatnya masih menerima laporan para korban dan ditindak lanjuti kalau nanti diperjalanannya ada kebijakan dari Bareskrim Polri untuk menariknya maka kasus ini akan kami limpahkan ke Bareskrim Polri,”tambahnya.
Dikatakan Bagus, saat pihaknya baru memeriksa korban dan pelapor serta pihak perbankan dan OJK sekaligus berkoordinasi dalam penyelidikan kasus investasi FEC. Terkait Kepala Dinas pariwisata Sumsel Dr Ir Aufa Syahrizal Sarkomi SE Msc alias Dr AS sebagai mentor senior investasi bodong FEC kami sudah layangkan surat pemanggilan secara tertulis untuk dimintai keterangannya.
“Sampai saat ini kepala Dinas Pariwisata Sumsel ini masih sebagai saksi dia ini member sekaligus ikut mempromosikan investasi bodong FEC. Nanti kita minta keterangannya dulu sejauh mana peran dan keterlibatannya dalam kasus ini sehingga belum bisa disimpulkan sejauh mana keterlibatannya,”ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah ibu rumah tangga asal Palembang dan Gelumbang melaporkan dugaan penipuan investasi bodong ke Ditreskrimsus Polda Sumsel.
Salah satu korbannya yakni Atika (30) ibu rumah tangga asal Gelumbang, Kabupaten Muara Enim bersama rekan-rekannya yang juga menjadi korban FEC. Ia datang ke Polda Sumsel bersama 10 korban lainnya dan seorang mentor.













