Ia mengungkapkan, longsor disebabkan drainase yang kurang baik, sehingga air masuk ke dalam pori-pori tanah, sehingga tanah menjadi jenuh dan berujung pada longsor.
“Kita sudah lakukan pengukuran volume dan lebar, dengan areal longsor yang akan ditangani lebar 20 meter dengan kedalaman 7,5 meter,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Pendampingan Teknis dari Politeknik Negeri Sriwijaya, Ibrahim, ST., MT menyarankan Untuk menanggulangi bencana longsor pihaknya menyarankan dibangun dinding dengan sistem penahan bertingkat.
“Kita gunakan penahan atau trap hingga lima buah. Lalu, setiap trap diisi tanah kerikil yang dipadatkan, dan akan dibuatkan drainase baik di atas maupun di bagian samping,” pungkasnya.







