Palembang, Poskita.id — Perbedaan penetapan 1 Syawal atau idul fitri setiap tahunnya oleh ormas islam dengan pemerintah membuat masyarakat awam kebingungan mana yang akan diikuti pemerintah atau ormas islam?.
Menyikapi hal tersebut Ustadz Amak Syahab angkat bicara perbedaan 1 Syawal atau idul fitri banyak masyarakat bertanya kebingungan terkait perbedaan lebaran idul fitri. Maka dari itu, Ustadz Amak mengajak masyarakat islam jika ada perbedaan lebaran ditengah tengah kelompok masyarakat jangan panik, jangan bingung dan jangan gunda gulana.
“Belajarlah kita untuk menghormati perbedaan pendapat, belajarlah kita untuk berlapang dada, belajarlah kita untuk menghormati saudara saudara kita yang berbeda selama mereka punya dalil yang bisa mereka pertanggungjawaban dihadapan allah,”kata Ustadz Amak Syahab Jumat (21/4/2023).
Maka dari itu, kata Ustadz Amak jangan pernah kita menganggap diri kitalah yang paling benar, paling hebat dan paling pintar. Karena banyak sekali ilmu ilmu yang digunakan dalam penetapan 1 Syawal atau lebaran idul fitri ini ada dua metode yang dipakai dalam penetapan 1 Syawal yang pertama pakai metode hisab dan yang kedua rukyah.
“Jangan heran kita orang yang sama sama memakai metode hisab saja bisa berbeda penetapan lebarannya. Kok kenapa berbeda ternyata bukan hisab nya atau rukyah nya karena mereka ada kriteria dalam melihat bulannya yang berbeda,”katanya lagi.












