Sinergi dan Inovasi Kendalikan Inflasi Pangan, BI Sumsel dan Pemprov Gelar ToT GSMP GTS

Berita, Ekonomi89 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Selatan bersama Pemerintah Provinsi Selatan menggelar Training of Trainers (ToT) Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Selasa (28/5/2024) di Hotel The Zuri Palembang.

ToT ini merupakan tindak lanjut sejak peluncuran GSMP Goes to School & Goes to Office pada 25 Februari 2024 lalu.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel M Latif mengatakan GSMP merupakan salah satu sinergi dan inovasi dalam pengendalian inflasi pangan, yang sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), arahan Presiden Republik Indonesia pada Rakornas Pengendalian Inflasi 2022 lalu, dimana di dalamnya terdapat program budidaya.

Menurut dia, inflasi Sumsel pada April 2024 tercatat sebesar 3,12% (yoy), lebih tinggi daripada inflasi nasional sebesar 3,00% (yoy).

Berdasarkan data, inflasi volatile food menjadi kelompok inflasi yang paling sering bergejolak, dibandingkan 2 (dua) jenis kelompok inflasi lainnya. Salah satu komoditas yang sering menyumbang andil inflasi Provinsi Sumatera Selatan adalah cabai.

“Hal ini perlu diwaspadai oleh TPID, mengingat sasaran inflasi nasional pada 2024 yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 2,5 ± 1 %,” ujar Latif.

Dari pantauan, ToT pada hari ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan se-Sumatera Selatan, guru koordinator SMA/SMK se-Sumatera Selatan, Kepala Sekolah SMA/SMK se-Sumatera Selatan, serta Penyuluh Pertanian, baik secara daring maupun luring.

“Setelah ToT ini, para guru diharapkan dapat mendampingi para siswa/i dalam budidaya dari benih dan bibit tanaman cabai yang kami berikan kepada 140 sekolah di Sumatera Selatan,” harap Latif.

Sementara itu Sekda Provinsi Sumsel SA Supriono mengatakan inflasi merupakan salah satu utama Pemerintah.

Tingginya inflasi dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya, dapat menurunkan daya beli masyarakat dan memengaruhi kesejahteraan masyarakat sehingga harus terus dijaga dan dikendalikan.

“GSMP ini telah menghantarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan penghargaan nasional Inovative Goverment Award (IGA) pada tahun 2023,” kata dia saat sambutan pada acara  ToT Gerakan Sumsel MandiriPangan(GSMP) Tahun 2024 di Hotel The Zuri Palembang.

“Pada tahun 2024 ini GSMP di lebih luas lagi untuk dikembangkan dan masuk ke sekolah-sekolah melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),” imbuhnya.

Menurut Supriono, Program GSMP ini selain bertujuan mengubah pola fikir siswa-siswi dan unsur sekolah yang semula merupakan konsumen menjadi produsen untuk dapat memenuhi pangannya sendiri, lebih jauh kegiatan ini diharapkan pula dapat meningkatkan kesadaran para siswa dan unsur sekolah bahwa mereka mempunyai peranan yang strategis dalam pengendalian inflasi.

Program GSMP GTS merupakan implementasi dari 9 langkah upaya pengendalian inflasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

GSM Goes to School dinilai strategis karena diharapkan dapat membangun budaya menanam di kalangan siswa dan unsur sekolah dan menularkan hal tersebut kepada lingkungan keluarganya.

“Sehingga akan berdampak sangat luar biasa di masa depan karena telah membangun budaya untuk memproduksi sendiri kebutuhan pangannya, lebih jauh lagi diharapkan budaya dan kebiasaan ini akan terus mengakar sehingga masalah kebutuhan pangan khususnya komoditas tanaman cepat panen ke depannya tidak menjadi hal yang mempengaruhi tingkat inflasi di Provinsi Sumatera Selatan,” tutur dia.

Kegiatan Training of Trainers (ToT) Gerakan SumSel Mandiri Pangan (GSMP) juga diisi dengan materi dari Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BMPD) Provinsi Sumsel yang menjelaskan mengenai GSMP sebagai bagian dari kurikulum Merdeka (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Kemudian materi yang disampaikan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan  mengenai best practice dalam budidaya.

Selanjutnya, agar semakin melengkapi juga terdapat materi dari Bank Indonesia mengenai QRIS dan Cinta Bangga Paham Rupiah.

Acara tersebut juga dihadiri Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se-Sumatera Selatan, Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BMPD) Provinsi Sumatera Selatan Aria Ahmad Mangunwibawa SPsi MSi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perbenihan Pangan dan Hortikultura Nurwahyudiono. (FA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *