Sinergitas BI dan Dekranasda  Tingkatkan UMKM Fashion & Go Ekspor

Ekonomi, News536 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Sebagai bentuk Sinergi Bank Indonesia bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Selatan, dalam kegiatan Rakon PKK & Rakerda Dekranasda Sumatera Selatan 2023 yang diselenggkarakan pada 8 – 9 Maret 2023, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Workshop dengan tema “Tren Warna & Style Fashion Tahun 2023” bekerja sama dengan BRI Wilayah Palembang serta Desainer & Kurator Nasional.

Kegiatan tersebut digelar untuk mendorong pelaku usaha fashion Sumsel agar lebih adaptif terhadap tren dan lifestyle ke depan, baik di nasional maupun di pasar global. Dalam gelaran ini, Bank Indonesia melibatkan Desainer Nasional (Musa Widyatmojo), Kurator Nasional (Abdul Hadi), UMKM Unggulan Sumsel yang tembus pasar Jepang (Vinto Craft), dan BRI Palembang (Arief Fathoni).

Hadir pula dalam acara tersebut, Ibu Febrita (Istri dari Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda), Indonesian Fashion Chamber (IFC) Sumsel, UMKM Unggulan Fashion di Sumatera Selatan, serta SMK 6 yang memiliki jurusan Tata Busana.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja, menekankan bahwa pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tumbuh sebesar 5,23% (yoy). UMKM memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dengan motor penggerak ekonomi seperti pertambangan, perdagangan, dan industri pengolahan.

“Pengembangan UMKM dinilai strategis melihat potret UMKM yang berkontribusi sebesar 60% terhadap PDB,” kata dia.

Erwin menambahkan, Bank Indonesia menerapkan 3 pilar kebijakan dalam pengembangan UMKM yaitu (i) mempercepat pengembangan UMKM melalui korporatisasi, (ii) pemberdayaan kapasitas UMKM, (iii) business matching dengan lembaga keuangan. Terdapat 3 hal yang dapat menguatkan daya saing UMKM yaitu UMKM yang berorientasi bisnis, SDM yang inovatif kreatif tangguh, dan terbukanya akses pembiayaan.

Para Narasumber berpandangan bahwa dalam tren Fashion, tidak dapat memaksakan budaya lokal dapat diterima oleh budaya di daerah lain, terlebih lagi di pasar global.

Inovasi produk sangat penting untuk memadukan keunikan khas daerah dan juga adaptif masuk ke dalam lifestyle dari target pasar.

Desainer Musa sangat informatif memberikan tips and trick masuk ke pasar New York. UMKM Sumsel Vinto Craft berbagi pengalaman hingga kini menekuni pasar Jepang yang relatif membutuhkan komitmen tinggi, detail, namun simpel alami.

Dari BRI menekankan bahwa UMKM perlu jiwa entrepreneur yang kuat, yang mengutamakan kerja dulu (PR) sebelum keuntungan (Rp). BRI siap mendukung UMKM dari fasilitasi KUR hingga pembiayaan ekspor. Kurator Abdul Hadi menekankan pentingnya menjaga kualitas produk sejak proses tenun, namun tidak melupakan strategi kesesuaian harga dengan target market, sebagai kunci sukses. (FA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *