Lahat, Poskita.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Di tengah kegiatan Pramuka di lapangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Lahat, seorang oknum Kepala Sekolah berinisial SU diduga melontarkan pernyataan yang merendahkan profesi wartawan dengan sebutan kasar “wartawan ta’i kucing”, di hadapan siswa-siswi, Sabtu pagi (17/01/2026).
Informasi ini dihimpun dari salah satu murid berinisial J, yang juga merupakan anak seorang wartawan. Menurut J, peristiwa tersebut terjadi setelah guru memberikan pengarahan kepada para siswa dalam kegiatan Pramuka. Saat masih berada di lapangan sekolah, SU diduga mengucapkan kalimat yang secara terang-terangan merendahkan profesi wartawan.
“Aku dide takut dengan bapak kaba wartawan tu, wartawan ta’i kucing,” ujar SU yang juga menjabat sebagai wakil III PGRI Kabupaten Lahat, sebagaimana disampaikan J. Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut berarti, “Saya tidak takut dengan ayah kamu yang wartawan itu, wartawan ta’i kucing.”
Ucapan itu tidak hanya dinilai merendahkan profesi tertentu, tetapi juga diucapkan di ruang publik pendidikan, di hadapan anak-anak yang seharusnya mendapat teladan sikap, bahasa, dan etika dari seorang pendidik sekaligus pimpinan sekolah.
Atas peristiwa tersebut, Herlan Nudin, ayah dari J yang berprofesi sebagai wartawan, mencoba mengonfirmasi langsung kepada SU melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan yang dikirim pukul 11.03 WIB, Herlan meminta penjelasan dan klarifikasi terkait dugaan pernyataan yang merendahkan profesi wartawan tersebut.
Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 12.22 WIB, SU menghubungi wartawan melalui panggilan WhatsApp. Dalam percakapan itu, SU menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa pernyataan tersebut diucapkan secara spontan.
“Kakak minta maaf dek, perkataan tadi kakak ucapkan secara spontan karena terbawa suasana. Ditambah para pembina Pramuka belum ada kesiapan, jadi kakak ambil alih,” ujar SU.







