Dalam peresmian ini, turut dihadiri cucu dari ulama besar Palembang, Kiai Marogan, yang kini menempuh studi di Universitas PTIQ Jakarta.
Dirinya mengingatkan kembali bagaimana buyutnya telah meninggalkan teladan luar biasa dalam bidang wakaf.
“Buyut kami, Ki Marogan, tidak hanya mendirikan dua masjid di Palembang, tapi juga mewakafkan dua menara di Mekkah,”ungkapnya.
Bahkan sampai hari ini, wakaf tersebut masih dikelola keluarga dan hasilnya terus disalurkan untuk mereka yang berhak menerimanya.
“Inilah bukti bahwa wakaf adalah investasi amal jariyah yang tidak pernah putus,” tuturnya.
Dalam wisuda akbar ini diikuti oleh ratusan santri rumah tahfidz se-Kota Palembang yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan disaksikan orang tua santri yang diwisuda dengan mengenakan pakaian toga santri tahfidz.(pfz)













