Ada Apa Nama Kejaksaan Lahat Disebut, Kades Yang Tak Ikuti Bimtek Siskeudes V 2.0.7 Bakal Diperiksa

Yayasan Praja Sriwijaya: Kenapa Bimtek Siskeudes ini sedikit ditentang, berarti ada oknum yang ingin memainkan dana desa secara tunai

Breaking News, Lahat, News1360 Dilihat

“Kami tegaskan tidak ada kami dari Kejaksaan Negeri Lahat meminta minta setor dana, dana apa ini yang dimaksud. Sekali lagi kami tegaskan ini tidak ada, dan tidak ada Bapak Kajari Lahat meminta setoran,” tegas Rio.

Baru baru ini, dikatakan Kasi Intelijen pihaknya telah melaksanakan OTT terhadap Oknum Camat Pagar Gunung dan 20 Kepala desa, itu juga sebagai bentuk pihaknya serius dalam hal pemberantasan Korupsi.

“Beberapa waktu lalu kita OTT di Pagar Gunung. Masyarakat juga sudah melihat keseriusan kami, Bahkan kalau memang ada pihak Kejaksaan meminta setoran dalam bentuk apapun agar segera melapor.

“Perintah Pak Kajari jelas dan tegas, kalau ada dari pihak kami Kejaksaan Negeri Lahat meminta setoran, laporkan segera dan akan kami tindak tegas, sesuai aturan yang berlaku”terang Rio Kembali.

Sementara itu, Dedi Ketua Yayasan Praja Sriwijaya diminta tanggapan terkait adanya isu setor ke pihak Kejaksaan terkait kegiatan Bimtek dimaksud, ia mengatakan bahwa isu tersebut dari tahun sebelumnya sudah dihembuskan pihak tak bertanggung jawab dan Dedi menduga bahwa isu tersebut sengaja dibangun.

Selain itu, dikatakan Dedi bahwa ia juga menduga pihak dari desa yang tidak mengikuti kegiatan Bimtek rata rata orang yang tidak senang dengan Yayasan Praja Sriwijaya dan isu dimaksud, dijelaskan Dedi sudah terjadi setiap tahun dan dari 360 desa ada yang pro dan ada yang tidak, karena menurut Dedi kegiatan Praja Sriwijaya tidak menerapkan cash back dari awal berdiri di tahun 2017 Praja Sriwijaya tegak lurus perihal masalah administrasi.

“Kami dibenci karena tidak mau cash back,
Udah santer itu isu untuk menghantam kami, karena dari 2017 kami tegak lurus Maslaah administrasi. Isu itu sudah berkembang bertahun tahun dan banyak isu yang lain, ya karena persaingan bisnis, rata rata yang tidak ikut kegiatan sama kami itu rata rata orang yang tidak senang sama kami,”ujar Dedi.

Dikatakan Dedi, Bimtek Siskeudes CMS bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan dana desa yang selama ini ditarik secara tunai. Untuk menawarkan kegiatan Bimtek Sendiri, dikatakan Dedi pihaknya langsung bersentuhan dengan desa-desa yang ikut alias turun langsung ke desa.

“Kenapa Bimtek Siskeudes ini sedikit ditentang, berarti ada oknum yang ingin memainkan dana desa secara tunai, terkait isu itu yang penting tidak ada buktinya dan tidak ada pemanggilan terhadap kepala desa,”tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Lahat Bursah Zarnubi dalam beberapa pemberitaan mengingatkan, agar kepala desa dapat benar-benar memanfaatkan dana desa pada peruntukannya dan melaksanakan kegiatan yang betul betul bisa bermanfaat bagi masyarakat dan desanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *