Palembang, PosKita.id – Tren hidup mandiri dan enggan menikah menjadi salah satu kendala besar yang dihadapi oleh beberapa negara, seperti Jepang dan Tiongkok.
Dari tren tersebut berdampak pada menurunnya angka kelahiran bayi, yang lambat laun akan mempengaruhi populasi di Tiongkok di beberapa puluh tahun kemudian.
banyak rumah sakit di Negara Tirai Bambu tersebut akhirnya menutup departemen kandungan dan kebidanan, karena minimnya angka kelahiran di sana.
Dari data Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, fenomena tersebut terjadi antara tahun 2020 dan 2021. Bahkan jumlah rumah sakit bersalin menurun dari 807 unit menjadi 793 unit.
The Paper, salah satu organisasi media digital milik pemerintah yang berada di Shanghai menerbitkan laporan panjang tentang penutupan departemen kebidanan.
termasuk di beberapa kota di Tiongkok, seperti Kota Ningbo dan Kota Wenzhou di Provinsi Zhejiang, di Provinsi Jiangsu, wilayah Guangci dan Kota Guangzho di Provinsi Guangdong.







