Baturaja, Postkita.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) siap merealisasikan program seragam sekolah gratis yang menjadi janji politik Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd dan Wakil Bupati OKU Ir H Marjito Bachri ST. Program unggulan ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat OKU, terutama bagi keluarga kurang mampu, agar anak-anak mereka bisa memulai tahun ajaran baru dengan semangat tanpa terkendala biaya seragam.
plt Kepala Dinas Pendidikan OKU Subri, S.Pd., M.Si., M.Pd melalui Kabid Pembinaan SMP Agus Stiawan SE MM, dalam keterangan persnya, mengungkapkan bahwa Pemkab OKU telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk mendukung kelancaran program seragam sekolah gratis tersebut.
“Program ini segera direalisasikan, untuk tahun ini sudah dianggarkan sebesar Rp 10 miliar,” ujar Agus.
Menurut Agus, program seragam sekolah gratis ini akan menyasar sebanyak 12.000 siswa baru yang terdaftar di sekolah negeri tingkat SD dan SMP di seluruh wilayah Kabupaten OKU. Rinciannya, 6.200 siswa akan menerima seragam untuk SD, dan 5.800 siswa untuk SMP. Selain seragam, para siswa juga akan mendapatkan perlengkapan lain seperti tas, sepatu, dasi, topi, dan kaos kaki.
“Semua kebutuhan seragam untuk siswa baru di SD dan SMP negeri akan kami sediakan, termasuk aksesorisnya. Kami berharap ini bisa membantu orang tua yang selama ini terbebani biaya seragam,” jelas Agus.
Menanggapi pertanyaan kapan program ini akan mulai direalisasikan, Agus mengungkapkan bahwa proses pengadaan seragam akan dilakukan melalui E-Katalog, dengan melibatkan UMKM lokal sesuai komitmen Bupati OKU. Proses ini akan dilakukan dengan transparansi penuh, agar masyarakat bisa memantau setiap langkahnya.
“Kami akan menggunakan E-Katalog untuk memastikan semuanya transparan dan bisa diawasi oleh masyarakat. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk melibatkan UMKM lokal, agar ekonomi daerah juga ikut bergerak,” tambah Agus.
Seragam sekolah diperkirakan akan mulai didistribusikan pada bulan Agustus 2025, setelah melalui tahapan pengadaan dan pengukuran seragam yang dilakukan saat siswa memasuki sekolah. “Pengukuran seragam baru dilakukan saat anak-anak masuk sekolah, karena kami belum bisa memastikan jumlah siswa laki-laki dan perempuan, serta ukuran badan mereka,” terang Agus.
Dalam tahap awal, program seragam gratis ini akan difokuskan pada sekolah-sekolah negeri. Namun, pihak Dinas Pendidikan OKU berencana untuk memperluas program ini ke sekolah-sekolah swasta di masa depan.
“Kami akan lakukan secara bertahap. Insya Allah, di tahun-tahun mendatang, program seragam gratis ini akan merambah ke sekolah-sekolah swasta. Kami harap orang tua dapat bersabar, karena setiap kebijakan butuh waktu untuk memastikan semuanya tepat sasaran,” jelas Agus.(mg8)







