Dorong Peningkatan Produksi di Lapangan Mature, PHR Zona 4 Terapkan Berbagai Strategi

Berita, Ekonomi, News64 Dilihat

Prabumulih, Poskita.id – Rapor capaian produksi Pertamina Hulu Rokan Zona 4 semester 1 tahun 2026 cukup gemilang. Produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 27.500 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 506 MMSCFD.

Sepanjang 1 Januari hingga 30 Juni 2026, Pertamina Hulu Rokan Zona 4 juga telah merealisasikan 27 rencana kerja (RK) pengeboran sumur pengembangan (development well). Pengeboran tersebut menghasilkan tambahan produksi minyak 1.549 BOPD atau setara 125 persen target year to date (YTD) produksi minyak dari pengeboran pengembangan (development drilling) dalam WP&B 2026.

Sejumlah strategi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) di tengah kondisi lapangan yang telah berusia atau mature demi mendukung ketahanan energi nasional. Seiring waktu, produksi di lapangan migas memang akan mengalami penurunan secara alamiah atau natural decline. Kondisi ini terjadi akibat menurunnya tekanan reservoir serta menipisnya cadangan hidrokarbon.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PHR Zona 4 melakukan pengeboran pengembangan (development drilling), salah satu strategi yang diterapkan metode step out drilling. Step out drilling adalah pengeboran di luar batas area yang telah terbukti produktif untuk mengetahui potensi kemenerusan reservoir juga mengalir di wilayah sekitar.

“Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang,” ucap General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto.

Pada 2026, PHR Zona 4 merencanakan pengeboran step out di empat lapangan entitas Pertamina EP (PEP), yaitu PEP Adera Field, Prabumulih Field, Ramba Field, dan Limau Field. Pengeboran mencakup sumur ABB-A5, BNG-A12, GNK-PD17, LKT-23, MJ-OS2 NRB-B, serta LVT-B. Pengeboran step out diharapkan menambah produksi minyak 209 BOPD dan gas 0,04 MMSCFD.

Selain itu, PHR Zona 4 menerapkan dual completion pada 2026 di sumur BNG-D14, BNG-D19, dan BNG-B7 yang merupakan bagian dari Adera Field serta di sumur GNK-PD80 yang merupakan bagian dari Prabumulih Field. Dual Completion ditargetkan meningkatkan produksi minyak 325 BOPD dan gas 2,43 MMSCFD.

Dual completion merupakan metode penyelesaian sumur yang memungkinkan produksi dari dua reservoir melalui satu sumur. Metode ini dapat mengoptimalkan perolehan hidrokarbon dan meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *