Talkshow ini menyoroti pentingnya memulai aksi kerelawanan sejak usia muda, karena aksi tersebut cenderung akan berlanjut hingga usia tua. Selain itu, kerelawanan kini menjadi tren di kalangan anak muda, meskipun awalnya dipicu oleh FOMO (Fear Of Missing Out), namun berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Talkshow ini juga menegaskan pentingnya pemanfaatan media sosial untuk memperluas dampak gerakan kerelawanan.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Berto Tukan, yang menggambarkan kondisi Palestina yang sedang menghadapi situasi sulit dan genting. Kemudian disambung dengan penyerahan simbolis hasil donasi TurunTangan Festival 2024 kepada Nusantara Palestina Center, kepada Bang Onim. Setelah itu, acara berlanjut dengan penampilan stand up comedy oleh Fikri Lazuardi Ramadhan dan Raihan Jatmo, yang menghibur para peserta.
Puncak acara diisi dengan Kuliah Kebangsaan oleh Anies Rasyid Baswedan, yang dimoderatori oleh Herry Dharmawan. Dalam materinya, Anies menyampaikan bahwa “hampir tidak ada inspirasi yang muncul tiba-tiba; inspirasi muncul dari interaksi, bacaan, dan masalah.” Ia juga menegaskan pentingnya mengambil peran aktif melalui turun tangan bukan urun angan. “Kita dibesarkan oleh Indonesia, sudah saatnya kita membalas dengan berkontribusi untuk Indonesia,” lanjutnya.
Acara ditutup dengan penampilan musik yang meriah dari budayawan betawi, yakni Ipank Hore-Hore. A.M. Syarif, selaku ketua pelaksana, mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan acara ini meskipun dengan persiapan yang singkat. Beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan. (*)







