oleh

Jampidsus: Kasus Korupsi BTN Masih Berjalan

Jakarta, PosKita.id – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)  Ali Mukartono tegaskan dirinya tidak pernah menghentikan penyidikan (SP3) kasus di Bank BTN Gresik, Semarang dan BTN Kuningan.

“Tidak pernah dihentikan penyidikanya (Di-SP3 : Surat Penghentian Penyidikan Perkara),” katanya kepada wartawan, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jumat (15/1).

Menurut dia, yang benar itu perkara dimaksud belum dipaparkan (forum ekspose) oleh Direktorat Penyidikan dihadapan dirinya. Sebab,  setiap perkara yang disidik dan mangkrak harus dipaparkan sesuai mekanismenya.

Sementara perkara di Gedung Bundar sangat banyak,  peninggalan masa lalu dan harus dituntaskan.

“Seperti kemarin,  dipaparkan perkara Perindo atau apa itu. Saya tidak ingat betul”, imbuhnya

Namun, Ali juga tegaskan dirinya tidak segan-segan menghentikan perkara,  seperti kasus BTN Gresik dan perkara mangkrak lain, jika tidak ditemukan cukul bukti.

“Jika sebaliknya, saya perintahkan Jajaran Pidsus (Pidana Khusus) untuk membawanya ke pengadilan,” tegasnya.

Kasus di BTN Gresik BTN Semarang disidik sejak 2018 dengan 7 tersangka.

Mereka terdiri,  3 tersangka dari Bank BTN.yakni , Divisi Manajemen Aset (AMD) di samping Ketua Serikat Pekerja BTN inisial SW. Surat penetapan tersangka bernomor TAP-01 / F.2 / Fd.2 / 01/2020.

Lalu, Kepala Wilayah II Bank BTN, SB Surat penetapan tersangka TAP-02 / F.2 / Fd.2 / 01/2020. Ketiga, AM (Kepala Unit Komersial Landing Bank BTN cabang Sidoarjo). Surat penetapan tersangka TAP-03 / F.2 / Fd.2 / 01/2020.

Sisanya, sebanyak 4 orang dari swasta. Mereka berinsial EGT dan ARR dari PT Nugra Alam Prima (NAP) dan LR dari PT Lintang Jaya Properti (LJP). BTN Semarang lagi.

Sementara kasus BTN Kuningan terjadi di era Maryono sebagai Dirut BTN, 2014. Maryono telah ditetapkan tersangka terkait dugaan gratifikasi sekitar Rp3, 15 miliar lebih diduga atas jasa pemberian kredit ke PT. Titanium Property dan PT. Pelangi Putra Mandiri.

Baca Juga ini Mas:  BAPERA Kota Palembang Bagikan Ratusan Paket Sembako

Kasus di BTN Kuningan,  Sprindik (Surat Perintah Penyidikan ) diterbitkan, November 2019 masa Jampidsus M. Adi Toegarisman.

Kasus berawal pengucuran kredit sebesar Rp300 miliar ke PT. BIM (Batam Island Marina)  untuk proyek pariwisata, di Batam. Tapi, justru digunakan untuk membayar utang pemegang saham PT. BIM.

Seperti, membayar utang kepada Ade Soehari (Dirut) di Rekening Bank BCA No. 308.300.5595 sebesar Rp. 70 Miliar. Luky Winata (Komisaris Utama) di Rekening Bank BCA No. 308.300.9787 sebesar Rp. 30 Miliar.

Kredit macet, BTN kelabakan karena jaminan tidak valid.  Menghindari laporan keuangan cacat,  maka masuklah PT PPA dan membeli Cessie Utang PT. BIM. Modusnya, BTN kucurkan kredit Rp 300 miliar ke PT PPA. (RSM)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya