Kunjungi PT SIS, Wujud Jokowi Dukung Pengolahan Ikan di Tual

Nasional, News1931 Dilihat

Tual, poskita.id  – Jelang malam, Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana serta sejumlah menteri melakukan kunjungan kerja ke PT Samudera Indo Sejahtera (SIS) di Kota Tual, Rabu (14/9). Jokowi dan rombongan keliling pabrik itu melihat tangan cekatan karyawan/i PT SIS mengolah ikan-ikan segar hasil tangkapan dari perairan Maluku.

Selama meninjau unit pengolahan ikan itu, Jokowi  berdialog dengan nelayan dan pembudi daya rumput laut. Jokowi ingin tahu prospek hasil tangkapan hasil laut di Maluku.  Hasilnya, produksi tangkapan ikan masih bisa ditingkatkan lagi.

COO PT. Samudera Indo Sejahtera Arif Wijaya Siswanto yang mendampingi Jokowi keliling pabrik menjelaskan SIS saat ini masih beroperasi sangat minim di bawah kapasitas maksimal di mana memiliki ABF 80 ton (24 jam) dan CS 1.200 ton. Sebenarnya masih bisa ditingkatkan. Jumlah tangkapan nelayan lokal belum memenuhi kapasitas industri PT. SIS.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Bapak terkait pengesahan peraturan pemerintah Penangkapan Ikan Terukur KKP yang mewajibkan kapal perikanan melakukan pendaratan ikan di Pelabuhan Pangkalan sekitar daerah penangkapan ikan,” mohon Arif kepada Jokowi.

Arif menuturkan dengan adanya bahan baku kemaritiman khususnya bidang perikanan yang melimpah akan menciptakan smelter maritim/ food estate maritim yang akan membantu terwujudnya ketahanan pangan kemaritiman, penyerapan tenaga kerja, mendatangkan investasi kemaritiman di Indonesia Timur, terciptanya industri pertambahan nilai di Indonesia Timur di
antaranya: fillet ikan, loin tuna, surimi, fishmeal, pengalengan ikan, dockyard, shipyard, pabrik karagenan (hasil turunan rumput laut Eucheuma Cottoni) dan sebagainya.

“Diiharapkan juga bisa dilakukan Ekspor Langsung (Direct Call) ke Negara pasar tujuan ekspor, karena akan menurunkan biaya logistik transportasi. Adanya efisiensi biaya transportasi dapat digunakan untuk meningkatkan harga beli dari nelayan lokal ataupun kapal kapal perikanan berukuran besar. Selain itu juga bisa dilakukan pengembangan perikanan budidaya di Indonesia,” ucapnya.

Menyangkut penggunaan ahli penangkapan ikan luar negeri (fishing master)di kapal perikanan berbendera Indonesia tidak perlu terlalu di permasalahkan selama ikan didaratkan di Pelabuhan Pangkalan. Hal ini juga bisa memberikan multiplier effect kepada ekonomi lokal mulai dari usaha bongkar muat, prosesing, penyediaan logistik supply hasil pertanian/ perkebunan ke atas kapal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *