Menag Jadi Narsum Dialog Penguatan Moderasi Beragama

News, PALEMBANG949 Dilihat

“Jadi, dia harus berada di tengah. Memang posisi di tengah itu tidak mudah, pasti sulit. Ketika yang lain bergeser ke kiri sedikit saja, kita sudah berada di kanan. Sebaliknya apabila yang lain bergeser ke kanan sedikit, kita sudah ada di kiri. Karenanya, term yang kita ambil adalah penguatan. Saya tahu dan saya meyakini, bangsa Indonesia dalam beragama sudah cukup moderat. Buktinya, meski banyak agama dan banyak perbedaan, sampai hari ini bangsa kita masih kuat, kokoh, dan disegani bangsa-bangsa lain,” beber Gus Menteri.

Ia juga menambahkan, gelombang globalisasi terutama terkait dengan teknologi informasi saat ini begitu deras dan kuat. Masyarakat seringkali terlena dan memakan informasi-informasi dari luar yang tidak melalui proses saring sehingga mempengaruhi cara pandang dan cara bersikap dalam beragama. “Kita ingin kembalikan lagi, kita mau perkuat lagi, kembali ke sikap awal bangsa Indonesia. Sehingga Indonesia yang majemuk ini bisa terjaga persatuan dan kesatuannya,” kata dia.

Sedangkan Kakanwil sendiri mengaku bersyukur, kondisi kerukunan umat beragama di Sumsel saat ini sangat kondusif. Tidak ada konflik yang mengarah pada perpecahan dan mengganggu persatuan.

“Alhamdulilah, Allah SWT selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya. Di Sumatera Selatan yang heterogen dengan berbagai agama dan suku ini, kerukunan umat beragama dapat terjaga dengan baik,” tutur Mukhlisuddin. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *