Mudahkan Warga Berobat, Pemkab OKI Segera Integrasikan Pelayanan Kesehatan Primer

OKI71 Dilihat

OKI, Poskita.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, berkomitmen menerapkan integrasi pelayanan kesehatan primer untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

“Dengan integrasi layanan kesehatan, akses masyarakat akan semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan primer karena didukung oleh puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan posyandu yang tersebar sampai ke tingkat desa,” kata Pj. Bupati OKI, Asmar Wijaya, pada Senin (27/5/2024).

Asmar menjelaskan bahwa berdasarkan amanat Menteri Kesehatan tentang petunjuk teknis pelayanan kesehatan primer, semua puskesmas wajib menerapkan integrasi pelayanan kesehatan primer. Ia meminta seluruh puskesmas di Kabupaten OKI mempersiapkan diri untuk melaksanakan kebijakan ini.

Asmar juga menegaskan bahwa penyelenggaraan integrasi layanan primer tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja, tetapi perlu dukungan dari semua sektor mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak hingga ke tingkat desa dan kelurahan, sehingga peran serta aktif masyarakat sangat penting untuk mengoptimalkan implementasinya.

“Saya meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk mendukung dan membersamai pelaksanaan kebijakan ini. Kader kesehatan dan kader posyandu yang merupakan unsur masyarakat akan bertugas bersama petugas kesehatan di pustu maupun posyandu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI, Iwan Setiawan, SKM, M.Kes, menyatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi pelaksanaan integrasi pelayanan kesehatan primer (ILP) adalah untuk menyamakan kebijakan pelayanan kesehatan dalam mendukung agenda transformasi sistem kesehatan, meningkatkan layanan kesehatan melalui jejaring tingkat kabupaten sampai ke pedesaan, serta memperkuat pemanfaatan wilayah setempat melalui digitalisasi dan pemantauan dasbor situasi kesehatan per desa.

“Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan ILP ini merupakan program inovasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang sudah diprogramkan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, namun diintegrasikan lagi agar bisa menyentuh masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan,” tutupnya. (SF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *