Optimalkan Pelayanan, Kakanwil Kemenag Sumsel Lantik Kabid Pendidikan Madrasah dan Sejumlah Kepala KUA

Berita, News, SUMSEL2 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenag Sumsel) Syafitri Irwan resmi melantik A Elhiqny sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Sumsel. Selain Kabid Penmad. Kakanwil juga melantik beberapa Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kemenag Sumsel. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (15/7/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting di lingkungan Kemenag Sumsel, antara lain Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat (Pembimas), serta Kepala Kantor Kemenag (Kankemenag) Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. Turut hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta jajaran pengurus, serta para Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sumsel.

Adapun sejumlah Kepala KUA di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Empat Lawang yang turut dilantik dan diambil sumpahnya dalam kesempatan tersebut adalah Sma Barzani sebagai Kepala KUA Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, Bambang Purwadi sebagai Kepala KUA Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang, Akri sebagai Kepala KUA Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, dan Kemas Zulfakar sebagai Kepala KUA Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyoroti tingginya antusiasme dan persepsi positif masyarakat terhadap madrasah saat ini. Ia mengungkapkan bahwa daya tolak atau minat masuk di hampir setiap madrasah rata-rata telah melampaui angka 100 persen.

“Hari ini madrasah memiliki persepsi yang sangat luar biasa di tengah masyarakat. Daya tolak setiap madrasah hampir rata-rata di atas 100 persen. Oleh karena itu, Pak Hiqny sebagai Kepala Bidang yang baru harus segera beradaptasi, menyesuaikan diri, serta menggali pengetahuan dan keterampilan,” pesan Syafitri.

Lebih lanjut, Syafitri mengingatkan bahwa kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi madrasah dan pondok pesantren saat ini sedang berada di tingkat yang sangat baik. Untuk itu, Bidang Pendidikan Madrasah di bawah kepemimpinan yang baru dituntut untuk segera menciptakan inovasi pelayanan agar selaras dengan harapan dan keinginan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *