Lahat, Poskita.id – Ramai di media sosial dan masyarakat perihal kemunculan kelompok waria dalam Pawai Pembangunan HUT ke- 80 RI tingkat Kabupaten Lahat, menuai berbagai tanggapan. Namun, satu sikap yang patut diapresiasi datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Ir. Hj. Sri Meliyana Bursah, yang secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin atau ruang publik untuk penampilan tersebut.
Dalam pernyataannya, Ibu Sri dengan lantang menyampaikan bahwa tidak boleh memberi ruang terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral. “Kalau mereka ada, maka sadarkan, bukan dipamerkan,” ujar beliau, seperti dikutip dari pernyataan resmi. Tak hanya itu, beliau juga menegaskan pentingnya pendekatan keagamaan, psikologis, kesehatan, dan pendidikan dalam menangani persoalan tersebut.
Sikap ini langsung mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk aktivis muda Muhammadiyah di Lahat, Rahmat Thamrin, yang turut angkat suara.
“Saya pribadi sangat menghormati dan mendukung sikap Bu Bupati Lahat, Ibu Sri Meliyana. Beliau adalah sosok ibu bangsa yang beragama, bijaksana, dan konsisten dalam menjaga moral masyarakat. Di tengah arus normalisasi perilaku menyimpang, Ibu Sri berdiri teguh membela nilai-nilai agama dan budaya luhur,” ujar Rahmat Thamrin saat dimintai tanggapannya.
Menurut Rahmat, jika sampai ada pihak-pihak yang justru mengizinkan atau malah memberikan panggung, maka itu patut dipertanyakan: ada apa? Apakah ingin melegalkan perilaku yang secara jelas dinilai mungkar dalam ajaran agama?
“Jangan sampai ada yang menganggap hal yang mungkar sebagai hal yang biasa. Jika dibiarkan, generasi kita akan kehilangan arah,” tambahnya.
Sebagai rujukan moral, Rahmat juga mengutip ayat dari Alkitab yang secara jelas melarang perilaku LGBT, sebagaimana tercantum dalam 1 Korintus 6:9-10:
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit…”
(1 Korintus 6:9, LAI Terjemahan Baru)
Ayat ini menurutnya menjadi landasan bagi umat Kristiani dalam memandang pentingnya menjaga kesucian moral dan menghindari perilaku menyimpang dari fitrah.
Masyarakat Lahat berharap, dengan adanya ketegasan seperti yang ditunjukkan Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, tidak ada lagi ruang bagi siapa pun untuk menjadikan ruang publik sebagai ajang promosi perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan budaya.








