“Basarnas dalam mencetak ASN harus izin dulu tidak bisa langsung bahkan pengajuannya lima ratus namun yang disetujui hanya tiga ratus inilah kendalanya,”jelasnya.
Dalam kunjungan kerjanya di kantor Basarnas Palembang, Marsdya TNI Henri Alfiandi meminta personel Basarnas Palembang untuk segera menggunakan dan mempelajari peralatan SAR yang baru dibeli Basarnas sesuai dengan instruksi dan perintah dari presiden Joko Widodo.
“Basarnas harus meningkatkan penggunaan peralatan yang canggih yang model terkini yang baru dibeli kepada personel Basarnas segera pelajari penggunaan peralatan tersebut untuk menunjang pelaksanaan operasi SAR,”pungkasnya.
Adapun peralatan canggih yang dimiliki Basarnas adalah Aqua Eye dan Garmin Fish under water device yang bisa digunakan untuk menemukan maupun mendeteksi korban tenggelam di kedalaman sekitar 30 meter.(pfz)







