Palembang, Poskita.id — Tiga beradik Yudi, Egi dan Heru pelaku pengeroyokan yang menewaskan Erik Septian (34) guru ngaji di Perumahan Griya Sejahtera, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin pada Maret 2022 yang lalu dihadirkan langsung dalam proses rekonstruksi dilapangan tembak Polda Sumsel Rabu (15/11/2023).
Ketiga pelaku memerankan langsung adegan demi adegan saat ketiganya menghabisi nyawa korban dengan menusukkan pisau ke perut korban hingga usus terburai.
Dalam rekonstruksi terungkap motif pembunuhan karena salah satu pelaku bernama Egi dendam terhadap korban sehingga Egi, mengajak dua saudaranya Yudi dan Heru untuk mencari korban.
Karena sebelum terjadi pengeroyokan pada 28 Februari 2022 sekitar pukul 01.00 WIB lalu antara korban dengan pelaku Egi terlibat selisih paham dan telah didamaikan oleh ketua RT setempat.
Korban dikeroyok dan ditusuk oleh pelaku menggunakan senjata tajam dan memukulnya dengan sebatang besi. Hingga korban terluka parah dengan luka tusuk di bagian perut kanan dan sebelah kiri, belikat dan luka robek di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi hingga akhirnya meninggal dunia.
Sebelum mengeroyok korban, para pelaku Heru, Yudi dan Egi berkumpul di warung sambil minum tuak yang berada di pinggir Jalan Palembang-Betung, KM 14, Talang Kelapa, Banyuasin. Ketiga pelaku dalam pengaruh minuman keras, pelaku Egi hendak menuju rumah temannya, dan pada saat di dalam perjalanan tepatnya di lapangan Volley, Komplek Perum Griya Banyuasin, pelaku Egi bertemu dengan warga yang sedang duduk di pos yang salah satunya adalah korban Erik.
Pelaku Egi kehilangan handphone-nya dan menanyakan ke korban dan rekan-rekannya. Egi dalam kondisi mabuk sehingga terjadi cekcok mulut dengan korban dan rekan-rekannya dan terjadilah perkelahian. Setelah satu minggu berselang pelaku Egi masih menaruh dendam.







