Kabid Politik PB HMI: Dirjen Kemenkumham Wajib Periksa Karutan Pakjo Palembang

PALEMBANG481 Dilihat

Palembang, Poskita.id – Viral foto Harnojoyo dan Mawardi Yahya serta Syarial Oesman bersua foto dengan Alex Noerdin Warga Binaan Rutan Kelas I Pakjo yang juga Mantan Gubernur Sumatera Selatan menuai pro dan kontra, salah satunya Bambang Irawan Ketua Bidang Politik dan Demokrasi PB HMI mengecam kecolongan tersebut.

“Yang pasti kita menyayangkan perilaku tokoh politik yang ada dalam foto kunjungan itu, apa lagi fotonya di posting langsung di salah satu akun resmi milik mereka. Seakan-akan mereka mau memberi pesan ke publik bahwa politik pemilihan Gubernur Sumsel akan datang mereka telah mendapatkan dukungan dari salah satu mantan Gubernur Sumsel, akan tetapi mereka lupa bahwa telah melakukan pelanggaran dan menciderai Nilai-Nilai Politik Demokrasi itu sendiri,” terang Bambang. Rabu (24/4/2024).

Lebih lanjut Bambang yang juga merupakan Pengacara menambahkan, selain tiga tokoh politik sumsel yang mengunjungi Bapak Alex Noerdin tersebut, dugaannya Kepala Rutan juga ikut serta dalam konsolidasi Politik Pemilihan Gubernur mendatang, dan menabrak aturan dalam surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor 10 Tahun 2011 tentang Kegiatan Peliputan dan wawancara di Lapas atau Rutan dan Permenkumham No. 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Pada Lembaga Pemasyarakatan Dan Rumah Tahanan Negara.

“Pernyataan Kepala Rutan bahwa mereka kecolongan itu tidak masuk di akal sehat. Saya juga pernah mengunjugi warga binaan, tentu pertama kali siapapun dan berapapun orang atau pengunjung yang akan masuk itu dilakukan pemeriksaan yang komprehensif dan sangat ketat. Hal ini tentu sangat mustahil bila terjadi kecolongan, ke depan nanti kita komunikasi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk meminta mereka melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Kepala Rutan Kelas I Pakjo Palembang. Bisa saja dugaan kami Karutan Pakjo ikut mengatur dalam merajut konsolidasi Politik salah satu bacalon Gubernur sumsel” tutur Bambang

Aktivis PB HMI ini mengatakan imbas dari kecolongan itu berpotensi diberikan sanksi ke Alex Noerdin berupa dimasukkan sel isolasi, lanjut bambang menerangkan Ruang Politik Demokrasi Pemilihan Gubernur Sumsel kedepan ini sudah diwarnai noda pelanggaran aturan dan kecurangan oleh perilaku tokoh politik itu sendiri dalam langkah mereka merajut komunikasi politiknya, ia menilai belumlah mereka terpilih atau dititipkan amanah oleh rakyat pun sudah melakukan kecolongan di Rutan Kelas I Pakjo.

“Kita berharap tokoh politik sumatera selatan yang lain agar tidak mencontohi tindakan hal seperti itu apalagi sampai menjadikan mereka sebagai mentor politik bila cara mereka merajut politiknya dengan cara menabrak aturan yang ada. Seorang mentor dan tokoh politik itu mesti paham dengan filosofi taylor man (filosofi jahit baju) dalam setiap merajut komunikasi politiknya jangan justru mengajarkan berpolitik nabrak aturan,” kata Bambang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *