Penulis ; Firwanto*
Usia 80 tahun adalah usia yang matang. Usia yang tidak lagi muda, tetapi masih menyimpan semangat untuk terus tumbuh dan berkembang. Hari ini, 15 Mei 2026, Provinsi Sumatera Selatan memperingati Hari Jadi ke-80 tahun, sebuah momentum penting untuk mengenang sejarah panjang sekaligus menatap masa depan Bumi Sriwijaya.
Peringatan Hari Jadi Sumatera Selatan setiap tanggal 15 Mei didasarkan pada Peraturan Daerah Sumsel Nomor 5 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan, yang menetapkan awal perjalanan provinsi ini dimulai pada 15 Mei 1946.
“Selamat Ulang Tahun Sumatera Selatan,” kalimat sederhana itu terasa penuh makna ketika diucapkan hari ini. Sebab, di balik usia delapan dekade, tersimpan perjalanan panjang tentang perjuangan, pembangunan, dan perubahan zaman yang terus bergerak.
Sumatera Selatan bukan sekadar wilayah administratif. Provinsi ini dikenal luas sebagai Bumi Sriwijaya, tanah yang pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara pada masanya. Jejak kejayaan itu masih terasa hingga kini, menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Sumsel.
Dalam catatan sejarah, Provinsi Sumatera Selatan resmi didirikan pada 12 September 1950. Sebelumnya, wilayah ini masih berbentuk keresidenan di bawah Provinsi Sumatera. Menariknya, pada awal berdiri, wilayah Sumsel sangat luas karena mencakup Jambi, Bengkulu, Lampung, hingga Kepulauan Bangka Belitung sebelum akhirnya mengalami pemekaran seperti sekarang.
Perjalanan panjang Sumsel tentu tidak lepas dari para pemimpin yang pernah memegang tongkat estafet pemerintahan. Para gubernur yang memimpin provinsi ini datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari kalangan dokter, militer, birokrat hingga pengusaha. Masing-masing memiliki gaya kepemimpinan dan terobosan tersendiri sesuai tantangan zamannya.
Dimulai dari Dr AK Gani sebagai tokoh awal perjuangan pemerintahan Sumsel, hingga era Herman Deru yang membawa berbagai pembangunan dan program daerah, semuanya menjadi bagian dari mozaik sejarah Sumatera Selatan.
Berikut daftar tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan:
1. Adnan Kapau Gani (1945–1946)
2. Mohamad Isa (1946–1948)
3. Winarno Danuatmodjo (1953–1956)
4. M. Husin (1956–1958)
5. Muchtar Prabu Mangkunegara (1958–1960)
6. Achmad Bastari (1960–1963)
7. Abu Jazid Bustomi (1963–1965)
8. Ali Amin (1965–1968)
9. Asnawi Mangku Alam (1968–1978)
10. Sainan Sagiman (1978–1988)
11. Ramli Hasan Basri (1988–1998)
12. Rosihan Arsyad (1998–2003)
13. Syahrial Oesman (2003–2008)
14. Mahyuddin Natimbul Same’a (Plt.) (2008)
15. Alex Noerdin (2008–2018)
16. Hadi Prabowo (Pj.) (2018)
17. Herman Deru (2018–2023)
18. Agus Fatoni (Pj.) (2023–2024)
19. Elen Setiadi (Pj.) (2024–2025)
Delapan puluh tahun bukan waktu yang singkat. Sumatera Selatan telah melewati berbagai fase sejarah, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga tantangan modernisasi dan digitalisasi.
Namun satu hal yang tetap sama: semangat masyarakat Sumsel yang terus ingin maju tanpa melupakan akar sejarahnya.
Hari jadi ini bukan hanya seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa Sumatera Selatan dibangun oleh kerja keras banyak generasi. Dari para pejuang, pemimpin daerah, tokoh masyarakat, hingga rakyat kecil yang ikut menjaga denyut kehidupan provinsi ini.
Semoga di usia ke-80 tahun, Sumatera Selatan semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, budayanya tetap terjaga, dan semangat Sriwijaya terus hidup dalam setiap langkah pembangunan.
Sekali lagi, selamat ulang tahun untuk Sumatera Selatan tercinta. Bumi Sriwijaya akan selalu punya tempat istimewa di hati masyarakatnya.
*Penulis : Pimpinan Redaksi Poskita.id








