“Akibat dari aktifitas tersebut itulah menimbulkan percikan api dan membuat sumur kembali terbakar, dan memakan satu korban jiwa atas nama Liswandi, ” ungkap Sunarto.
Kata Sunarto, jenazah korban saat ini sudah ditemukan. Sehingga jumlah korban jiwa akibat ledakan sumur minyak ilegal ini berjumlah lima orang.
“Pak Kapolda sudah menyampaikan bahwa ini sebagai tragedi kemanusiaan, karena banyak warga yang menjadi korban jiwa akibat dari aktifitas ilegal ini, ” tambah Sunarto.
Dari itu, pihaknya berharap ada komitmen pemerintah Provinsi Sumsel untuk mencari solusi menghentikan aktifitas ilegal tersebut.
“Karena segala upaya penertiban yang kami lakukan tidak juga menghentikan aktifitas ilegal di sana, oleh karenanya kami sampaikan tadi, butuh kerjasama dan komitmen bersama untuk bagaimana mencari solusi, agar kedepan ini bisa betul-betul bisa ditangani secara tuntas,” tutup Sunarto.(pfz)










