Bahkan sang Lurah juga menyebut Barcode yang ada dalam kemasan Olinya pas di Scan tidak bisa. Sehingga sepeda motornya yang ia pakai dari pemakaian oli menjadi ngadat (tenaga berkurang).
Tidak sampai disitu Lurah Bayung Lencir masih mendatangi bengkel Sandria Motor bersama oknum wartawan beberapa hari setelah sidak yang menyuruh menutup bengkelnya.
“Seharusnya dibuktikan dulu dari pihak yang berwenang untuk menyatakan kalau oli yang saya jual palsu. Kan ini belum bisa dibuktikan apakah oli yang saya jual itu palsu atau bukan,” jelasnya.
Dirinya sangat berterima kasih jika memang ada pihak terkait yang bias menyatakan kalau isi dalam botol oli tersebut, oli palsu.
“Kalau memang ada bukti bahwa oli yang saya jual itu palsu, saya siap mendatangkan pihak distributor oli yang biasa saya beli selama ini. Sejauh ini semua konsumen saya tidak pernah ada yang komplain soal oli yang saya jual selama ini,”bebernya.
Ditegaskan Sandy dirinya juga sudah melayangkan hak jawab kepada beberapa media online yang sudah memuat berita tentang bengkelnya.
Dalam hak jawabnya ia sampaikan bahwa dirinya membantah kalau bengkel Sandria Motor telah menjual oli palsu. Karena sebagai pedagang dirinya membeli dari Distributor di Jakarta dengan nota dan faktur pembelian yang jelas.
Selain itu, Sandy juga akan menanyakan status media yang telah menayangkan berita tuduhan penjualan oli palsu di bengkel Sandria Motor ke Dewan Pers, apakah mediannya terdaftar di Dewan Pers atau tidak, termasuk oknum yang mengaku organisasi media yang akan mengawal pemberitaannya.
Dari beberapa media online yang sudah dikirimkan hak jawab, sejauh ini baru satu media online yang sudah memuat hak jawab dari pemilik Bengkel Sandria Motor.(pfz)












