Dari monitoring yang dilakukan Kemendag melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di lebih dari 500 pasar di tanah air, kenaikan harga beras sudah berangsur turun.
Karena itu, Pemerintah mengambil langkah cepat salah satunya dengan melakukan importasi agar harga beras tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Impor beras ini juga menjadi salah satu langkah untuk menambah stok cadangan pemerintah.
Menurutnya, importasi ini tidak akan merugikan petani dan mengganggu panen mereka. Karena beras yang diimpor merupakan beras jenis medium, sedangkan beras dari petani masuk kategori beras premium.
“Beras premium ini yang langka, karena kegagalan panen sehingga harganya naik,” ujarnya.
Adapun pemerintah sendiri sudah menetapkan beberapa program untuk menunjang kedaulatan pangan. Di antaranya, program pompanisasi, subsidi pupuk hingga Rp14 Triliun, dan program-program perluasan luas lahan tanam. (**/YF)













