Lahat, Poskita.id – Narasi yang menyebut adanya penolakan warga Desa Cempaka Wangi dan Lematang Jaya terhadap pembangunan jalan hauling PT Akses Lintas Raya (ALR) resmi terpatahkan. Fakta di lapangan membuktikan, isu tersebut tidak berdasar dan menyesatkan publik.
Hal ini terungkap dalam mediasi terbuka yang digelar Pemerintah Kabupaten Lahat di OP ROM, Kamis (29/01/2026). Mediasi yang dipimpin Asisten I Setda Lahat, Rudi Thamrin, berlangsung terbuka, transparan, dan tanpa konflik, sekaligus membongkar bahwa tidak pernah ada penolakan warga.
Forum tersebut dihadiri lengkap unsur pemerintah, aparat keamanan, dinas teknis, kepala desa terdampak, hingga perwakilan PT ALR dan PT Pertamina. Tidak satu pun pernyataan warga yang menyebut penolakan proyek.
Kepala Desa Cempaka Wangi, Setyo Haryadi, justru meluruskan isu yang terlanjur digoreng ke ruang publik.
“Kami tidak menolak. Yang kami minta hanya jalur khusus agar jalan masyarakat tidak bercampur dengan aktivitas hauling. Ini demi keselamatan warga, anak sekolah, dan aktivitas harian masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa sejak awal sikap desa konsisten: bukan menolak, melainkan mengatur agar tidak saling mengganggu. Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan tudingan bahwa warga berada dalam posisi berseberangan dengan proyek PT ALR.
Menanggapi hal itu, pihak PT ALR menyatakan bahwa permintaan warga sudah masuk dalam perencanaan perusahaan dan bukan hal baru.







