oleh

Kejagung Sidik Diam-Diam Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

Diduga Rugikan Negara 13 Triliun

Jakarta, Poskita.id – BPJS Ketenagakerjaan diduga telah melakukan praktik korupsi bernilai triliun rupiah. Praktik korupsi tersebut telah disidik secara diam-diam oleh penyidik pidana khusus kejaksaan agung.

Bahkan,  diam-diam pula tim penyidik Gedung Bundar telah melakukan penggeledahan pada Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (18/1).

Selain itu,  tim penyidik   melakukan pemeriksaan terhadap enam Pejabat Teras BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Bundar, Selasa (19/1).

Meski langkah  tersebut  belum diiikuti penetapan tersangka dan atau para pejabat BPJS Ketenagakerjaan yang dicegah ke luar negeri.

Temuan tersebut terungkap dari diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan)  Nomor: Print-02/F.2/Fd.2 /01/2021, belum lama ini.

Namun,  hingga kini belum diketahui modus kejahatan kerah putih terhadap uang keikutsertaan para tenaga kerja alias buruh berpenghasilan rendah tersebut.

Dari infomasi sementara, kasus ini diduga merugikan negara mencapai Rp 13 Triliun dari investasi saham yang dilakukan BPJS. Termasuk informasi mengenai pembangunan gedung Plaza BP Jamsostek di Jalan Setyabudi Utara, Kuningan, Jakarta Selatan ) .

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak saat dikonfirmasi hanya menyebut kasusnya terkait dengan Pengelolan Keuangan dan Dana Investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, Leo enggan memerinci soal pengelolaan keuangan dan dana investasi, sejak tahun berapa dan uraian dugaan korupsinya.

“Yang jelas,  tim penyidik sudah melakukan pengeledahan di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. Sejumlah data dan dokumen telah disita,” katanya di Jakarta, Rabu (20/1).

Pada bagian lain,  Kapuspenkum mengatakan pemeriksaan enam saksi dimaksudkan untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana yang terjadi.

“Dalam hal ini,  pada pengelolan keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sesuai ketentuan KUHAP penyidikan adalah serangkaian pemeriksaan guna membuat terang perkara, guna mencari tersangka.

Enam orang saksi yang diperiksa, terdiri  Mantan Deputi Direktur Analisis Portofolio Ketenagakerjaan AA, Deputi Direktur Manajemen Resiko Investasi BPJS Ketenagakerjaan RU, dan Asisten Deputi Analisis Portofolio BPJS Ketenagakerjaan EH.

Kemudian Deputi Direktur Akuntansi BPJS Ketenagakerjaan HN,  Deputi Direktur Analisis Portofolio BPJS Ketenagakerjaan II dan Deputi Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan HR. (RSM)

Sertifikat Dewan Pers

Komentar

Berita Terbaru Lainnya