Lahat, Poskita.id – Di Kabupaten Lahat ternyata penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) program BAPANAS (Badan Pangan Nasional), berupa penyaluran Beras 20 Kg serta minyak empat liter masih terkesan tidak tepat sasaran dalam realisasinya.
Sebagai contoh di Dua Kecamatan (Kikim Selatan dan Pseksu) di Bumi Seganti Setungguan Kabupaten Lahat, penyaluran bahan pangan tersebut warga yang telah tercatat pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan sebagai basis data untuk program Bantuan Pangan (Banpang) di Indonesia beberapa waktu lalu masih ada warga yang tak mendapatkan haknya karena bantuan tersebut diduga diberikan ke warga lainnya yang namanya tak tercantum dalam DTSEN.
Lemahnya monitoring dari pihak terkait, penyaluran bahan pangan tersebut yang awalnya program gratis untuk warga masyarakat dalam kategori tidak mampu, diduga dijadikan ajang untuk melakukan Pungli (Pungutan liar) pada masyarakat yang terdata sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sebagai contoh di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Kikim Selatan PBP diminta menyetor sejumlah uang dengan nominal 30 ribu sebagai dalih uang administrasi.
Lantas kemudian, Kepala desa mengklarifikasi bahwa uang tersebut diberikan secara sukarela alias uang terimakasih dari peserta PBP. Kalau uang terimakasih semestinya uang tersebut bervariasi besaran nominalnya, dengan adanya nominal 30 ribu hal ini seakan mempertegas adanya kegiatan terstruktur dari Pemerintahan desa.
Kemudian kejadian sama persis terulang, di Desa Pagar Jati isu adanya pungutan liar uang 30 ribu rupiah kembali terjadi dan beberapa waktu lalu masyarakat berbondong bondong menemui Bupati Lahat Bursah Zarnubi di rumah dinasnya untuk melaporkan Kades dan perangkatnya yang telah melakukan dugaan Pungli.
“Saya warga Desa Pagar Jati, nama Yan Dadu aku dengan warga Pagar Jati datang nak nemui Bupati Lahat, ngaduke Kades dan petugas di desa yang bernama Novi yang mintai warga duit 30 ribu untuk ngambil hak beras dari bantuan pemerintah,”ujar Yan Dadu penuh amarah dibincangi. Rabu, 03 Desember 2025.
Sementara Kepala desa Tanjung Raya, Kecamatan Pseksu Hengki dihubungi Via WhatsApp mengklarifikasi apa yang disampaikan warganya, ia menjelaskan bantuan beras Bulog sudah diterima beberapa waktu lalu, terkait penyaluran ke penerimanya ,dari data yang diterima ternyata masih terdapat ditemukan masih ada nama yang tidak ditemukan, data PBP terdapat nama yang sudah meninggal dan juga terdapat nama nama yang sudah pindah alamat
“Maka dari itu kami selaku pemerintah desa mengadakan musyawarah desa untuk menyikapi hal tersebut, setelah itu barulah kmi akan membagikan bantuan tersebut adapun yang kmi undang dalam musyawarah pihak kecamatan, pihak pendamping, pihak ke Polsek, Lembaga yang ada di desa, tokoh masyarakat dan masyarakat desa lainya,”sampai Hengki.
Terkait nama nama warga mengklaim masuk DTSEN PBP yang mendatangi kediaman Bupati Lahat, seperti Nurhayani, Nurlela, Sarmawati, Parlia, Suryani, Sarpindo, Ratini dan Elda (Warga Desa Tanjung Raya). Hengki menjelaskan dari nama tersebut tidak seluruhnya masuk sebagai PBP yang dikeluarkan.
“Betul saya sudah tau pak karna kebetulan waktu mereka berangkat saya lagi berkoordinasi dengan pak camat di kantor camat, dari nama yang bapak kirim cuman sebagian yang ada (masuk sebagai PBP) yang ada dari data Bulog cuma Nurhayani, Nurlela, Sarmawati Dan Hartini
Selebihnya tidak ada di data Bulog, rencana pak karna kami baru selesai musyawarah besok sudah mulai di bagikan pak, Karna kita kita mau perbaikan data setelah clear baru dibagikan,”terangnya.
Sementara Kepala desa Pagar Jati, Kecamatan Kikim Selatan Asdi dihubungi Via WhatsApp dengan keras membantah info tak benar tersebut, ia menyebut yang menyampaikan info tersebut jelas mencemarkan nama baiknya.







